Terkait Blackout, MUI Batam Imbau Warga Tunggu Hasil Investigasi Bareskrim Polri
Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam mengimbau warga masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai penyebab blackout listrik di wilayah Batam, Tanjungpinang, dan Bintan. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan menunggu hasil investigasi yang dilakukan oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bersama seluruh pihak terkait.
BATAM
10/19/20262 min read


BATAM – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam mengimbau warga masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai penyebab terjadinya blackout atau pemadaman listrik yang berdampak pada wilayah Batam, Tanjungpinang, dan Bintan. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan menunggu hasil investigasi yang dilakukan oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bersama seluruh pihak terkait.
Imbauan tersebut disampaikan Ketua Umum MUI Kota Batam, KH. Luqman Rifa’i, S.Ag. M.Pd., pada Senin, 19 Oktober 2026, di Graha MUI Kota Batam.
Dalam keterangannya, KH. Luqman Rifa’i menyampaikan keprihatinan atas terjadinya blackout yang berdampak terhadap aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Kepulauan Riau. Menurutnya, peristiwa tersebut perlu menjadi perhatian bersama, mengingat ketersediaan pasokan listrik sangat penting bagi kelangsungan aktivitas masyarakat, pelayanan publik, serta kegiatan ekonomi.
“MUI Kota Batam menyampaikan keprihatinan atas terjadinya blackout yang berdampak pada Batam, Tanjungpinang, dan Bintan. Pada saat yang sama, kami mendukung setiap upaya yang dilakukan oleh pihak terkait untuk menormalisasi kondisi kelistrikan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, MUI Kota Batam berharap agar insiden tersebut menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi pihak-pihak terkait. Evaluasi diperlukan untuk mengidentifikasi faktor penyebab, memperbaiki sistem dan mekanisme penanganan, serta merumuskan langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang pada masa mendatang.
Menurut MUI Kota Batam, keandalan pasokan listrik merupakan salah satu kebutuhan penting masyarakat yang berkaitan erat dengan pelayanan publik, dunia usaha, pendidikan, kesehatan, dan berbagai sektor kehidupan lainnya. Oleh karena itu, upaya pemulihan perlu diikuti dengan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.
MUI Imbau Masyarakat Tidak Berspekulasi
MUI Kota Batam juga mengajak masyarakat untuk menyikapi peristiwa blackout secara bijak dan bertanggung jawab. Masyarakat diharapkan tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Ketua Umum MUI Kota Batam menegaskan bahwa penjelasan mengenai penyebab blackout hendaknya merujuk pada hasil investigasi yang dilakukan oleh Bareskrim Polri bersama seluruh pihak terkait.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai penyebab blackout. Mari kita memberikan ruang kepada aparat penegak hukum dan seluruh pihak terkait untuk melakukan investigasi secara menyeluruh. Kita tunggu hasilnya dan hendaknya tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga suasana tetap kondusif, mengedepankan sikap tabayun atau memeriksa kebenaran informasi, serta tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum dapat dipastikan sumber dan keakuratannya.
Menurutnya, sikap tenang, kehati-hatian dalam menerima informasi, dan kepercayaan terhadap proses investigasi merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menyikapi persoalan yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.
Dewan Pimpinan MUI Kota Batam berharap agar penanganan insiden blackout ini dapat berjalan dengan baik, menghasilkan kejelasan mengenai penyebab kejadian, serta menjadi momentum perbaikan demi terwujudnya pelayanan kelistrikan yang lebih andal bagi masyarakat Batam, Tanjungpinang, dan Bintan.
