Ketua MUI Batam & Timbalan Mufti Negeri Sembilan Beri Keynote Speech Mudzakarah Falak

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam, KH. Luqman Rifa’i, S.Ag., M.Pd., bersama Timbalan Mufti Negeri Sembilan, Malaysia, Sohibul Fadhilah Tuan Haji Mohd Raizalani bin Mohd Rais, menyampaikan keyynote speech (pidato utama) dalam mudzakarah atau diskusi keilmuan mengenai berbagai problematika Falak di Indonesia dan Malaysia.

10/23/20262 min read

BATAM – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam, KH. Luqman Rifa’i, S.Ag., M.Pd., bersama Timbalan Mufti Negeri Sembilan, Malaysia, Sohibul Fadhilah Tuan Haji Mohd Raizalani bin Mohd Rais, menyampaikan keyynote speech (pidato utama) dalam mudzakarah atau diskusi keilmuan mengenai berbagai problematika Falak di Indonesia dan Malaysia. Kegiatan ini digelar di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam pada Jumat (23/10/2026).

Mudzakarah tersebut menjadi forum silaturahmi sekaligus pertukaran pandangan dan pengalaman antara ulama Indonesia dan Malaysia dalam membahas persoalan ilmu falak, khususnya yang berkaitan dengan penentuan waktu ibadah umat Islam.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Umum MUI Kota Batam KH. Luqman Rifa’i, S.Ag., M.Pd.; Timbalan Mufti Negeri Sembilan Sohibul Fadhilah Tuan Haji Mohd Raizalani bin Mohd Rais beserta rombongan; Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kota Batam, Resdin Efendi Pasaribu; serta Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kota Batam, H. Adamrin Arsyad.

Turut hadir pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, para kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kota Batam, penghulu, serta penyuluh agama Islam di lingkungan Kementerian Agama Kota Batam.

Dalam forum tersebut, pembahasan mengenai problematika ilmu falak menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat pemahaman keagamaan dan meningkatkan kualitas pelayanan umat. Ilmu falak memiliki peran strategis dalam penentuan awal bulan Hijriah, waktu salat, arah kiblat, serta berbagai persoalan yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah umat Islam.

Pertemuan ulama dari kedua negara ini juga memiliki nilai strategis mengingat Indonesia dan Malaysia memiliki kedekatan geografis, historis, dan budaya, khususnya di kawasan Selat Malaka. Kedekatan tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama dalam pengembangan kajian keislaman, termasuk ilmu falak.

Melalui mudzakarah ini, diharapkan terbangun pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang semakin intensif antara para ulama, ahli falak, dan pemangku kepentingan keagamaan di Indonesia dan Malaysia. Dialog keilmuan semacam ini juga diharapkan dapat memperluas wawasan serta mendorong lahirnya pemahaman yang komprehensif terhadap persoalan-persoalan falak yang berkembang di tengah masyarakat.

Bagi MUI Kota Batam, forum tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah Islamiyah lintas negara sekaligus memperkuat peran ulama dalam memberikan bimbingan keagamaan yang berlandaskan ilmu, kehati-hatian, dan kemaslahatan umat.

Mudzakarah ini diharapkan tidak berhenti sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi ulama Indonesia–Malaysia demi pengembangan ilmu pengetahuan Islam dan pelayanan keagamaan yang semakin baik bagi masyarakat kedua negara.

Berita

Sumber berita akurat dan terpercaya untuk Anda.

Kontak

Tentang

info@batamania.com

+62811752077

© 2024. All rights reserved.